[Write4Kids] Menulis Fiksi untuk Anak

Kenapa fiksi?
Sebetulnya untuk anak, jenis tulisan apa pun bisa diberikan. Mereka menerima dan menyerap apa pun, belum pilih-pilih. Bahkan semakin bervariasi bacaan mereka semakin baik. Namun bagi penulis, kecenderungan menulis fiksi relatif muncul lebih alamiah ketimbang jenis tulisan lain, karena sudah menjadi bawaan banyak orang untuk senang bercerita.

Meskipun demikian, banyak orang tidak menyukai fiksi. Atau tepatnya, mereka tidak memahami tujuannya. Sering alasan mereka tidak membaca fiksi adalah karena kisahnya tidak nyata, jadi tidak ada manfaatnya. 

Bagi penulis fiksi, sikap itu mengerikan dan tidak bisa dipahami. Sayangnya, sikap seperti itu sangat umum. Implikasinya jelas. Bagi mereka, bukan tulisannya yang penting, melainkan ceritanya. Sementara kita terkesan dan takjub dengan sebuah karya tulis, kebanyakan orang hanya menginginkan pesan, alih-alih medianya. 

Kita menyukai cerita untuk 4 alasan utama:
1. Hiburan
2. Pencerahan
3. Kepastian
4. Harapan dan kelegaan 

Alasan-alasan ini menjadi tujuan “mendongengkan” dan “mendengarkan” cerita sejak bermulanya waktu.

Sebagai manusia, kita membutuhkan cerita-cerita itu. Untuk sesaat cerita-cerita bisa mengalihkan perhatian kita dari keseharian dan membawa kita keluar dari diri sendiri. Kita ditunjukkannya hal-hal yang tidak kita ketahui tentang diri sendiri dan orang lain. Kita bisa mendapatkan perspektif baru yang berharga untuk membantu kita lebih memahami tetangga, orang asing, bahkan musuh kita.

Kita membutuhkan cerita-cerita itu untuk membuat kita lebih menyukai diri sendiri, sebagai manusia, juga pribadi. Itu sebabnya kita senang mengidentifikasikan diri dengan pahlawan dan ksatria—bahkan, siapa saja yang bisa menunjukkan cara mengatasi hambatan.

Akhirnya kita membutuhkan cerita untuk membantu kita memahami hidup dan dunia di sekeliling kita. Dalam kehidupan nyata, peristiwa susul-menyusul, sulit dilihat sebab-akibatnya. Anda dengarkan saja berita. Segalanya merupakan segmen, episode, sampel kehidupan sehari-hari. Sulit dipahami karena strukturnya tidak gamblang dilihat. 

Tanpa batasan seperti yang diberikan fiksi, kita tenggelam dalam lautan tindakan, perasaan, dan dorongan. Kisah-kisah fiksi sebetulnya hanya merangkaikan potongan-potongan kecil dari kehidupan nyata, sehingga bisa kita pahami sebab-akibat dan tujuannya. 

Lalu kenapa anak?
Karena kita ingin menyenangkan mata dan telinga mereka. Ingin memberi asupan bagi pikiran dan menantang sukma mereka. Ingin mendorong anak memperluas wawasan dan imajinasinya. Ingin membantu menenangkan tubuh yang lelah atau merangsang mereka yang enggan bergerak. Dan yang terutama adalah ingin memberikan manfaat yang sama bagi diri sedniri sebagai penulis!

Cerita untuk anak adalah jenis tulisan yang paling membuahkan hasil. Ingatlah fakta bahwa buku-buku yang kita baca sewaktu kecil tidak hanya membentuk imajinasi kita, tetapi juga mengilhami untuk menjangkau masa depan. Bahkan setelah dewasa, kita masih ingat buku-buku yang benar-benar menonjol. Dan sekarang, dengan persaingan ketat membayangi pasar buku anak, menciptakan buku yang menonjol adalah sebuah kunci sukses. 

Ada rumusan khusus dalam penulisan buku anak yang tidak ada dalam penulisan buku untuk dewasa. Jika Anda tertarik untuk memasuki pasar buku anak, bacalah pelbagai referensi yang memuat langkah-langkah dan kiat-kiat yang akan membantu Anda memulai.

Jika situasi dan karakter dalam buku yang Anda tulis membuat si pembaca cilik tertawa; rintangan yang dilalui si tokoh membuatnya terkesiap takjub; Anda sebagai penulis mendapatkan kepuasaan tersendiri. Anak-anak dan remaja adalah kritikus paling jujur dan setia karena mereka tahu apa yang mereka sukai, dan mereka tidak takut menyatakannya.

 

________________________

Disajikan sebagai materi pembuka dalam pelatihan menulis fiksi anak bagi guru-guru di beberapa TK, SD, dan SMP di Cimahi dan Bandung.


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

..more..

Proses Kreatif

Proses Kreatif "Write Me His Story"

..more..

Outline, Perlukah?

Outline, Perlukah?

..more..