Two Great Books, I just Finished Translating

Ini lho yang mengisi tiga bulan terakhirku:

THE ART OF RACING IN THE RAIN
Garth Stein
Kisah mengharukan tentang calon juara F1, Denny: istrinya meninggal karena kanker otak; dia sendiri menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur, situasi yang dimanfaatkan inlaws-nya untuk merebut hak asuk putri satu-satunya. Sudut pandang buku ini menarik karena diambil melalui mata Enzo, anjing Denny yang pintar, "a racer at heart", dan percaya reinkarnasi dia selanjutnya adalah menjadi manusia.

THE GARGOYLE
Andrew Davidson
"Aku", lelaki sukses dan tampan, terbakar dalam kecelakaan mobil dan selamat hanya untuk menjadi sesosok monster gosong nyaris lumpuh, tak ada tujuan lain kecuali bunuh diri selepas dari rumah sakit. Namun muncul seorang wanita sinting bernama Marianne Engel mengaku sebagai pasangannya sejak abad pertengahan di Jerman. Menceritakan kisah-kisah cinta yang sama abadinya dengan cinta mereka berdua. Cinta yang survive melalui api dan neraka (literally lho!) dan tidak terkurung tempat dan waktu. Charming!

Aslinya, buku pertama tebalnya sekitar 350 halaman dan buku kedua 430-an. Tapi versi Indonesianya mungkin membengkak 1.5 kalinya. 

Alhamdulillah, rasanya legaaaaaaaa sekali telah menyelesaikan keduanya berturut-turut hingga awal Maret ini. Hari-hari sesudahnya kuisi dengan agak-agak linglung....hehehe.
Bagaimana tidak, selama tiga bulan itu, irama hidup begitu menderap, sering dituntut bangun jam 3-4 dini hari, kerja sampai jam 20-21, kadang di tengahnya bisa tidur siang, kadang tidak bisa, dan semua masalah domestik dikesampingkan (atau dikerjakan dengan separuh konsentrasi).

Tahu-tahu, semuanya selesai, dan aku masih terbangun dini hari, tapi tak ada lagi yang harus dikerjakan. Aku masih otomatis menyalakan laptop tapi kemudian bengong... hehehe.

Masalahnya aku ingin move on ke pekerjaan berikut, tapi ada keinginan kuat untuk doing nothing, yang lantas diikuti perasaan menganggur yang tidak enak. Serba salah. 

Mungkin aku membutuhkan surat perintah legal untuk break sebenar-benarnya. Legitimasi untuk melakukan hal-hal yang tidak berdeadline, seperti tidur, jalan-jalan, blogging, membaca, memasak, main monopoli sama anak-anak, berenang, treadmill, mengobrol dengan tetangga, mengurus tanaman, cuci mobil, dan lain-lain.... tanpa secuilpun pikiran masih tertuju pada terjemahan.

Akhirnya kutekadkan diri untuk mengambil break sampai Mei dari menerjemahkan dan menyunting. Alih-alih aku akan mengisi bulan-bulan ini terutama untuk menulis dan melakukan apa pun yang tidak berdeadline. Hurrrrraaaaa! 

Untuk semua pihak yang telah membantuku dengan berbagai cara, untuk mereka yang selalu mendoakanku, I couldn't thank you enough. Hanya Allah yang mampu memberikan imbalan berlimpah.


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

..more..

Proses Kreatif

Proses Kreatif "Write Me His Story"

..more..

Outline, Perlukah?

Outline, Perlukah?

..more..