The Time Traveler's Wife

Judul Terjemahan: Istri Sang Penjelajah Waktu
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Paperback: 656 h.
Penerbit: Gramedia

Dua hari aku memegangnya dan akhirnya tamat jam 3 dini hari tadi. Just couldn't put it down. Time traveling always fascinates me. The Time Tunnel, Back to the Future, Star Trek, Crichton's Timeline, Sliders...just to name a few.

Idenya memang tidak baru, kembali ke masa lalu atau mengunjungi masa depan, berusaha sesedikit mungkin mengacaukan sejarah, tapi itu mustahil karena sebab akibat menjadi terbolak-balik, ujungnya selalu berhasil memusingkan pembaca/penonton dengan time-paradox. (well at least, memusingkan aku karena aku sering terperangkap memikirkannya...he he he)

Tapi Audrey menawarkan sesuatu yang segar dan orisinal. Menjelajah waktu bukan dengan mesin atau akibat fenomena kosmik. Henry DeTamble terlempar tanpa daya ke masa lalu atau masa depan karena dia memiliki cacat genetik ("chrono displacement"disorder istilahnya). Dia menderita karena sering menghilang begitu saja dari kekinian dan muncul di tempat dan waktu berbeda, telanjang dan kesakitan. Apa pun yang bukan bagian dari tubuhnya tertinggal di masa kini. Clare, istrinya, jelas tak bisa ikut pula.

Jadi, ketika Henry maju mundur dalam waktu, bertemu Clare kecil, Clare remaja, Clare dewasa, Clare tua, Clare yang sekarang sangat kehilangan, kesepian, ketakutan. Akankah Henry menghilang pada saat dia harus menyatakan "Yes, I do.". Di mana Henry ketika Clare melahirkan?

Henry si penjelajah waktu berinteraksi pula dengan dirinya waktu kecil, menjumpai Henry-muda dalam kekacauan, berkali-kali harus melalui/melihat kejadian traumatis kecelakaan ibunya, dan secara dramatis menelepon dirinya 
yang sekarang untuk menyelamatkannya.

Buku ini gabungan Sci-Fi dan love story. Menggunakan sudut pandang Henry dan Clare secara bergantian. Memikat, cerdas, emosional, dan di beberapa bagian, lucu dan nakal. (misalnya, ketika Henry sudah melakukan vasektomi karena khawatir Clare akan hamil lagi setelah 5 kali keguguran, Clare tetap hamil lagi. Bagaimana mungkin? he he he :)

Aku ingin memberinya bintang 5, tapi seperti biasa aku merasa akan lebih menikmati buku ini jika membaca versi aslinya. Terjemahannya tidak buruk. Tapi ini tentang perjalanan waktu, tenses mutlak diperlukan. Agak membingungkan ketika kalimat bahasa Indonesianya (yang menentukan alur) tidak memberikan orientasi waktu.

Dan dengan pergantian POV terus-menerus, pronouns jelas akan membantu. Ketika meluncur cepat dari halaman ke halaman, sering aku kehilangan jejak siapa "dia" yang kuikuti, Henry atau Clare.

Warning: Jangan memikirkan time paradox. Enjoy aja.


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

..more..