The Best of Roald Dahl (updated)

Baru aja mau nulis sedikit review, si bungsu ngajakin main hot wheel, ya udah ini ditunda dulu.
Info sementara: buku ini kumpulan cerpen buat dewasa, terdiri dari 25 cerita. Yang suka baca buku anak-anak Dahl, nggak akan kecewa deh. Keliarannya malah menjadi-jadi.... 
___________________________________________
Oke kuteruskan, dan sekalian menjawab posting teman-teman. (seneng euy banyak yang suka penulis yang sama)

The Best of Roald Dahl
Language: English
Vintage Books, 1990 
paperback 520 p.

Daftar cerpen:
1. Madame Rosette
2. Man from the South
3. The Sound Machine
4. Taste
5. Dip in the Pool
6. Skin
7. Edward the Conqueror
8. Lamb to Slauhgter
9. Galloping Foxley
10. The Way Up to Heaven
11. Parson's Pleasure
12. The Landlady
13. William and Mary
14. Mrs. Bixby and the Colonel's Coat
15. Royal Jelly
16. Georgy Porgy
17. Genesis and Catastrophe
18. Pig
19. The Visitor
20. Claud's Dog
21. The Great Switcheroo
22. The Boy Who Talked with Animals
23. The Hitchhiker
24. The Wonderful Story of Henry Sugar
25. The Bookseller

Kejeniusan Dahl dalam menyajikan plot dan karakter tidak diragukan. Bukunya untuk anak-anak, seperti Matilda, Charlie and the Chocolate Factory, Fantastic Mr. Fox, dan The Witches, barangkali bisa dibilang versi tertahan keliaran dan selera humornya. Sementara dalam kumcer ini, Dahl melepaskan seluruh keahliannya, kejahilannya, sisi gelapnya.

Cerpen-cerpennya membuat kita terkesiap, breathless, karena sepenuhnya unpredictable. Dahl suka banget ending yang unhappy, even horrible. Kita dibuatnya shock, tapi puas; percaya endingnya memang harus begitu. Kalau tidak, silakan baca ulang, pasti menemukan clue untuk endingnya di sepanjang cerita yang begitu kaya akan detail dan menghanyutkan.

Ambil contoh "Parson's Pleasure". (Ya, MbakYuli, ini juga favoritku) 
Kita terperangkap dalam kegairahan Mr.Boggis di ambang kesuksesan meraup untung besar dari barang antik yang diperolehnya dengan harga sangat murah. Kita ikut bersorak untuknya (walau aku sebal dengan tipuan dan keserakahannya), tapi Dahl dengan riangnya mengempaskan harapan itu. Pecah berantakan. You are left with a wonderful blend of mixed feelings: disappointment at failure, yet satisfaction knowing that justice is done, albeit in a cruel or most surprising manner.

Contoh lain, "Royal Jelly". Dahl tahu benar kekhawatiran seorang ibu yang punya bayi kurus karena kurang makan. Deskripsinya menyentuh, meyakinkan. Dia menawarkan solusi, Royal Jelly. Tapi Dahl memberi pelajaran pahit (as bizzare as it can be...jangan lupa ini keahlian Dahl) untuk kebodohan manusia.

"Taste" is a tale where a man lays his daughter on the line in a "sure" bet with a wine-taster.

"The Wonderful Story of Henry Sugar" is a remarkable but believable story about a man who develops an incredible ability to see through playing-cards.

Itu beberapa di antaranya. Cukup ya. Sudah kubilang kan aku paling males bikin review. Apalagi setelah semalam my train of thought about the book had been brutally smashed by hot wheels.

Each story makes a delightful 10-20 minutes read, exhibiting Dahl's superb skill as one of the most entertaining story-tellers in the late 20th century.


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Short Stories

Spin-Off

Writing for Kids



Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

..more..

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

..more..

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

..more..