Tantangan Enam Kata

Di zaman yang penghuninya selalu merasa kekurangan waktu, kupikir, pecandu novel pun akan menghargai penulis yang membuat ceritanya sangat sangat sangat pendek. Selesai dibaca dalam beberapa saat tapi menyisakan kesan mendalam. Terdiri dari kata-kata pilihan yang bisa membangkitkan emosi, imajinasi, kejutan, atau ironi.

Saul Bellow, dalam penutup Collected Stories-nya menulis, "we respond with approval when Chekhov tells us, 'Odd, I have now a mania for shortness. Whatever I read – my own or other people’s works – it all seems to me not short enough.' " Bellow lalu menambahkan, "I find myself emphatically agreeing with this."

Voltaire terkenal mengakhiri sebuah suratnya dengan kata-kata: "I’m sorry to write at such length, I didn’t have time to write less."

Jadi, apakah menulis pendek itu lebih sulit ketimbang panjang? Mari kita buktikan sendiri dengan memenuhi tantangan berikut.

Ernest Hemingway pernah berkata, karya terbaiknya adalah cerita yang ditulisnya hanya dengan enam kata.

 

For sale: baby shoes, never worn.


Guardian Unlimited Books menantang penulis-penulis kontemporer untuk menghasilkan karya seekonomis itu. Dan inilah beberapa hasilnya.

They awaited sunrise. It never came. (A.S. Byatt)

"It can't be. I'm a virgin." (Kate Atkinson)

See that shadow? It's not yours. (Jim Crace)

Megan's baby: John's surname, Jim's eyes. (Simon Armitage)

It was a dark, stormy... aaaaargggh! (John Lanchester)

"The Earth? We ate it yesterday." (Yann Martel)

Dengan enam kata, Hemingway menyiratkan drama mengharukan tentang seorang ibu yang kehilangan janinnya, padahal ia telah menyiapkan segala keperluan untuk menyambut kelahiran si bayi. (Setidaknya, begitulah yang kubayangkan ketika membaca cerita Hemingway)

Dengan enam kata, Byatt menulis misteri, Atkinson thriller, Crace horor, Armitage drama pengkhianatan. Lancaster komedi, dan Martel fantasi (lagi-lagi, semua ini efek yang ditimbulkan mereka padaku. Bisa jadi efeknya berbeda pada pembaca yang lain).

Dalam pelatihan menulis untuk beberapa remaja di rumah, aku memberikan tantangan ini. Bisakah kita membuat cerita sependek itu dan dengan efek kuat? Terserah, mau menulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.

Aku lalu memberi mereka contohku dalam bahasa Indonesia:

"Siapa bilang berhantu?" godanya, dan menghilang.

Para ABG itu awalnya memprotes. Tapi setelah kupaksa untuk mencoba, hasilnya, dua di antaranya memukauku. Malah jauh lebih imajinatif dari tulisanku.

Polisi berdatangan. Wanita menjerit. Darah muncrat. (Dzihni, 14)

Menunggu cahaya. Sendiri. Seperti salju abadi. (Yusrina, 13):

Nah, sekarang, tantangan itu kulemparkan kepada teman-teman MP. Berlaku untuk semua, yang penulis, yang penerjemah, yang penyunting, dan yang mengaku bukan ketiganya tapi punya potensi terpendam, atau bahkan yang merasa enggan menulis.

Silakan. Aku akan membaca dan menikmati semua posting. Aku akan sangat berterima kasih dan menghargai semua tulisan. Tapi aku tidak akan me-reply dengan penilaian.

Enam kata saja.

Let's have fun writing and reading! 


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Short Stories

Spin-Off

Writing for Kids



Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

..more..

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

..more..

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

..more..