Outline, Perlukah?

Pertanyaan klasik di awal menulis. Haruskah dengan outline? Bagaimana kalau tidak? Apa pengaruhnya pada tulisan? Kalau pakai, bagaimana membuat outline? Outline seperti apa yang efektif?

Di sepanjang sejarah kepenulisan, ada tiga macam penulis berkaitan dengan outline:

"No Outline" Writers (NOW)

Kalau kamu menulis tanpa merasa perlu outline, menuangkan gagasan dari awal sampai akhir dengan bebas lepas, maka kamu golongan NOW.

NOW biasanya memulai dengan karakter. Cerita-cerita yang character-driven, digerakkan karakter, memang tidak perlu outline. Penulis merancang karakternya lebih dulu, menguatkan dan menghidupkannya, lalu menempatkannya pada setting tertentu, dan memberinya konflik. Cerita dialirkan mengikuti keputusan si karakter utama ini. Penulis "melaporkan" apa pun yang diucapkan, dipikirkan, dan dilakukan si tokoh. Penulis tidak selalu tahu kisahnya akan bergerak ke mana dan endingnya bakal seperti apa. Bahkan penulis sering dikejutkan oleh karakternya sendiri.

Keuntungan No Outline Writing adalah proses yang dinamis, spontan, segar, dan luwes. Penulis nyaris tidak pernah mendapatkan writer's block karena memang tidak ada rambu-rambu yang menghambat sejak awal (outline). Bersama tokoh yang membuatnya jatuh cinta, penulis menembus labirin plot, dan sampai pada titik tujuan yang wow, tidak terduga.

Kerugian proses ini adalah perlu waktu untuk menguasai medan. Labirin bisa menyesatkan. Karakter bisa mengubah genre dan tema. Kalau itu terjadi, tujuan penulis untuk ikut lomba dengan genre atau tema tertentu, misalnya, jadi batal.

Untuk pembaca, cerita dari penulis yang belum berpengalaman dengan character-driven akan jadi melelahkan karena kadang tidak jelas cerita mau dibawa ke mana. Kok berputar kok balik lagi. Tipikal orang yang tersesat. 

Bukan berarti kamu tidak boleh jadi NOW. Justru kamu harus mencoba. Karena dengan NOW ini, keterampilan menulismu terasah. Hanya menulis adegan dan dialog yang penting saja, serta memunculkan karakter sekunder yang benar-benar perlu saja.

Hampir semua cerita yang kutulis di Wattpad adalah charcter-driven. Aku mengikuti Wynter dan keenam Halimun.

Ray Bradbury adalah salah satu NOW dan dia bilang, "Plot adalah jejak yang ditinggalkan di salju oleh tokoh yang berlari menuju takdir luar biasa. Plot ada setelah adegan terjadi, bukan sebelumnya. Plot adalah fitrah manusia untuk berlari, bebas, mencapai tujuan. Dinamis."

"Outline" Writers (OW)

Sebaliknya, OW menghimpun penulis yang tidak bisa dan tidak mau menulis tanpa arahan yang jelas dan sistematis sejak awal. Kelompok ini sudah membayangkan dan merancang ceritanya dari awal sampai akhir, baru kemudian menuliskannya. 

Beragam cara membuat outline :

1. Index card : Tulis setiap adegan yang terpikirkan pada kartu-kartu. Acak saja. Bisa berupa ending, awal, potongan dialog. Apa pun yang terlintas, tuliskan. Lama-lama, kamu dapat setumpuk kartu. Lalu tinggal kamu mainkan kartu-kartu ini, mana yang didahulukan, susun membentuk cerita utuh. Lengkapi.

2. Daftar bab: Rancang isi tiap bab dalam 1-2 paragraf singkat. Apa saja yang terjadi di bab 1, bab 2, dst. Bisa dibuat mundur, kalau kamu dapat ide ending lebih dulu. Misalnya: bab 20 ending, bab 19 mendekati ending, bab 18 konflik puncak, bab 17 mendekati klimaks. Dst.

3. Ringkasan cerita:  Buat ringkasan ceritamu dari awal sampai akhir. Ya, ini semacam sinopsis untuk dikirimkan ke penerbit. Bukan blurb/teaser kayak di belakang buku. Pastikan kejadian-kejadian penting yang membangun ceritamu ada di dalamnya.

4. Three-Act Structure:  Karena pada dasarnya struktur cerita terdiri atas tiga komponen pembangun (ACT): Awal, Tengah, Akhir, maka rancang apa saja yang terjadi di ketiganya.

5. Character Grid: Buatlah tabel dengan kolom [Nama Tokoh], [Deskripsi], [Peran], [Tujuan&Motif], [Rahasia], dan [Emosi yng ditimbulkan pada pembaca]. Isi daftar itu dengan karakter-karakter ceritamu. 

Keuntungan OW : memudahkan penulis untuk stay on track, tetap pada jalur yang benar sehingga menghemat waktu. Umumnya, OW menghasilkan cerita-cerita yang plot-driven, karena memulainya dengan alur cerita lebih dulu.

Kelemahan OW: proses yang kaku dan kadang membosankan, karena penulis sudah tahu endingnya, semangat menulis jadi pudar, dan ingin cepat-cepat mengkhayalkan cerita baru. Dari segi teknis, OW yang kurang pengalaman menghasilkan karakter yang tidak kuat, kurang berkesan, karena semua mengikuti takdir yang digariskan penulis. Termasuk pemaksaan kehendak penulis terhadap karakter untuk berbicara, bersikap dan bertindak, agar sampai pada akhir yang diinginkannya.

"Outline Occasionally" Writers (OOW)

Gabungan NOW dan OW. Di awal menjadi NOW, kemudian sesekali kalau perlu, membuat outline.

Proses kreatif dimulai dengan menciptakan karakter yang kuat, lalu kamu mengikuti kisahnya sesuai karakterisasi si tokoh.

Tapi pada beberapa titik, kamu harus sudah bisa memprediksikan apa yang akan terjadi, sekadar garis besar saja, lalu sedikit membujuk tokohmu untuk menuju ke sana. Tidak jarang di sini kamu akan berdebat dengan si tokoh. Dan keluar dengan adegan alternatif yang dikompromikan.

Penulis jenis ini lebih fleksibel dengan perencanaan plotnya. Sekadar peta agar tidak tersesat, tapi menikmati juga kalau sesekali menyimpang dari jalurnya.

Aku termasuk jenis ini. Nanti di lampiran, akan kutunjukkan proses kreatifku dengan Wynter dan Hexotic Cafe. (perlu foto-foto buku catatan dan mindmap dulu. Mungkin nanti diupdate di bab ini saja).

Dengan untung dan rugi seperti dipaparkan di atas, terserah kamu mau pilih yang mana. Yang penting menulislah dengan happy  dan selesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Salam kreatif.

*Diambil dari A Sweet Treat for Wattpad Authors

 

 

 


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

..more..