Nefertiti

Sudah lama aku tertarik kebudayaan-kebudayaan kuno, seperti Babilonia, Mesir, Yunani, Romawi, Jepang dsb. Bahkan aku sekali-sekali menjadikannya sebagai setting cerita anak-anak yang kutulis. Di lain pihak, aku suka genre misteri/detektif. Makanya, begitu lihat buku ini, hmm, kombinasi yang pas untukku. Apalagi sinopsis di cover belakang sangat menarik.

Dinominasikan sebagai Novel Terbaik Ellis Peters Award, buku ini bercerita tentang misteri menghilangnya Ratu Nefertiti the Perfect, dan dugaan bahwa dia telah dibunuh. Intrik politik, konspirasi, perseteruan antara agama lama dan baru, dan ingar-bingar pembangunan kota modern pertama dalam sejarah, memperumit misteri. Rahotep, seorang detektif muda Medjay (biro investigasi negara) ditugaskan langsung oleh Firaun Akhenaten untuk menyelidik dan membawa Nefertiti kembali. Kegagalan berarti hukuman mati untuk Rahotep dan keluarganya.

Sangat menjanjikan, bukan?

Tapi halaman-halaman pertama membuat keningku berkerut. Bahasanya agak "nyastra" dengan kata-kata bersayap yang kalaupun dibuang tidak akan ada yang kehilangan. Awalnya, aku menyalahkan penerjemah (sorry, jadi habit nih), tapi halaman-halaman berikutnya memberiku kesimpulan lain, karena tampaknya penulis lelah menggunakan kata "indah" dan kembali ke kata-kata biasa.

Yang menjengkelkan lagi, istilah/deskripsi yang digunakan penulis/penerjemah sering membuatku seakan sedang membaca kasus orang hilang di zaman sekarang dengan seorang detektif FBI yang berkeliaran melakukan investigasi. Aduh, ini kan Mesir Kuno.

Keep reading, kataku dalam hati, maybe it's rewarding somehow in the end.
Dengan baca-putus selama seminggu akhirnya buku ini selesai. (bandingkan dengan Trilogi Bartimaeus yang kubaca nyaris nonstop selama 3 hari untuk 3 buku...he he he)

Untuk sebuah cerita detektif, misteri dan thrillernya sebetulnya lumayan mencekam. Kalau Hollywood tertarik mengangkatnya ke layar lebar, pasti penuh adegan laga seru dan pembunuhan menyeramkan. Kuakui, kalau aku tidak terlalu memikirkan Mesir Kuno dan bahasa yang digunakan, mungkin aku akan memberinya bintang 3 atau bahkan 4.

Begitulah.


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

..more..