Menulislah untuk Menyenangkan Diri

Inilah saran Philip Pullman untuk siapa pun yang ingin menulis:

"Don't listen to any advice, that's what I'd say. Write only what you want to write. Please yourself. YOU are the genius, they're not. Especially don't listen to people (such as publishers) who think that you need to write what readers say they want. Readers don't always know what they want. I don't know what I want to read until I go into a bookshop and look around at the books other people have written, and the books I enjoy reading most are books I would never in a million years have thought of myself. So the only thing you need to do is forget about pleasing other people, and aim to please yourself alone. That way, you'll have a chance of writing something that other people WILL want to read, because it'll take them by surprise. It's also much more fun writing to please yourself."

Tentu saja kita bebas untuk tidak mendengarkan saran Pullman. Walaupun dengan begitu, berarti kita mendengarkan sarannya agar tidak mendengarkan saran apa pun (termasuk sarannya tentu saja). Tapi sarannya terlalu bagus dan benar untuk tidak didengarkan. Jadi, sementara sebagian dari diri kita berkutat dengan paragraf ini, let's read on...

Seorang sahabat menolak pesanan untuk menulis buku yang mirip-mirip dengan sebuah buku yang sedang laku di pasaran. Buku itu telah dicetak ulang berkali-kali. Menurut penerbit, itu membuktikan isinya bersesuaian dengan selera pasar. Dijamin, buku sejenis akan dilahap pula oleh pasar yang sama.

Sahabat ini, entah mendengarkan saran Pullman atau memang dia seperti Pullman dari awalnya, memilih menulis untuk menyenangkan diri sendiri.

Beberapa orang lain mungkin mendengarkan saran untuk menulis sesuatu yang dianggap sedang diminati orang. Dan bermunculanlah buku-buku sejenis dengan buku yang laku itu. Apa yang terjadi terlalu menyedihkan untuk kugambarkan dengan gamblang di sini. Tumpukan buku-buku sejenis di toko buku bukan lagi pemandangan aneh. Aku hanya senang tak ada di antaranya yang ditulis sahabat itu.

Writing is painful, more painful it is to see our book on a kind of negligible heap.

Begitulah.

Jadi, saranku, dengarkan saran Pullman, jangan dengarkan saran apa pun, terutama dari mereka yang merasa tahu selera pasar dari waktu ke waktu. Pembaca biasanya baru tahu seleranya setelah menemukan sebuah buku yang cocok. Buku dulu baru pembaca. 

You have the bridge, Captain Writer. 
Write to please 
yourself. Engage!


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

FBF2016/Session 01/Special Event: Darkness in Children's Stories

..more..