KPK Teacher Supercamp 2017

Kupikir aku menjadi penulis yang dengan karya bisa bepergian, melihat dunia, menjadi trainer/mentor, adalah berkat guru bahasa Indonesia-ku di SD. Beliau diam-diam mengirimkan puisiku ke koran dan dimuat. Lalu hasilnya beliau tempelkan di mading. Aku kelas 4 SD waktu itu. Kelas 6 aku berhasil menulis novel pertama di dua buah buku tulis.

Di lain pihak, beberapa siswa SMA yang belajar menulis padaku bercerita tentang sulitnya membaca novel di sekolah bahkan saat pelajaran kosong. Bahkan ada guru yang menyita novel layaknya ponsel. Tiap guru tiap sekolah mungkin punya pandangan berbeda tentang "novel". Aku tidak akan memperdebatkan itu.

Tapi aku ceritakan dua pendekatan itu kepada guru-guru yang mengikuti TSC - KPK. Sebagai guru bahasa Indonesia yang suka menulis fiksi, mereka kuharap punya pendekatan yang lebih ramah seperti guru SD-ku.

Empat hari yang berkesan bersama guru-guru MI/MTS/MA. Membedah karya, memolesnya menjadi enjoyable. Karena pesan moral antikorupsi tidak perlu diajarkan dengan cara menggurui ya Pak, Bu.

 

  

 

 


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



PELIK: Behid the Scene

PELIK: Behid the Scene

..more..

Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..