Inside 365: Excerpt #3

MENYELIDIK BERSAMA AYAH


Aku dan Ayah menemukan sebuah dompet cantik di trotoar.

“Mari kita cari pemiliknya,” kata Ayah. Sayangnya, di dalam dompet tak ada kartu identitas apa-apa. Hanya uang dan secarik kertas berisi coretan,

“15/01, 15.00, Ka 2:5A.”

“Hmm….” Ayah mengelus dagu. Itu kebiasaannya. Ayahku seorang detektif. Pertanyaan yang sulit dijawab, masalah yang sulit diselesaikan disebut teka-teki atau misteri. Tugas Ayah adalah memecahkannya. Aku ingin menjadi detektif hebat seperti Ayah. Karena itu, Ayah sering melatihku berpikir dan membaca petunjuk.

Dompet dan coretan itu adalah petunjuk untuk menemukan pemiliknya.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Ayah.

“Hmm….” Aku mengelus dagu. “Dari warna dan bentuknya yang cantik, dompet ini milik perempuan.” 

“Cerdas!” puji Ayah.

“Kukira 15/01 artinya 15 Januari. Hari ini.” Aku semakin bersemangat. “Dan 15.00 berarti jam tiga sore. Satu jam lagi, Yah!”

“Ayah pikir juga begitu.”

“Kalau Ka 2:5A?” Aku berpikir keras. Tapi tak terbayangkan juga artinya. 

Ayah mengelus rambutku. “Sekarang giliran Ayah,” katanya. “Ini kereta api gerbong dua, tempat duduk nomor 5A.”

“Hore!” Aku melonjak senang. “Ayo, Yah, cepat kita ke stasiun. Dompet ini milik wanita di gerbong 2:5A kereta api jam 15.00 hari ini.”

Sampai di stasiun, aku dan Ayah membaca jadwal kereta. Ternyata, pada jam 15.00 tak ada kereta yang berangkat. Ada juga satu kereta yang datang dari kota lain. Artinya, pemilik dompet bukan penumpang kereta itu. Karena tak mungkin dia menjatuhkan dompetnya di kotaku, sementara dia sedang naik kereta dari kotanya.

Aku garuk-garuk kepala. “Ayah, mungkin kita salah membaca petunjuk.”

.........

(Tema: Hormat untuk Ayah)


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

Situasi Bagaimana yang Melancarkanmu Menulis?

..more..

Proses Kreatif

Proses Kreatif "Write Me His Story"

..more..

Outline, Perlukah?

Outline, Perlukah?

..more..