Inside 365: Excerpt #1

AKU MENGERTI KENAPA IBU CEREWET

“Perhatikan peta. Ikuti jalur aman. Teruslah berkomunikasi.”

Ah, selalu begitu pesan Ibu. Aku juga tidak diizinkannya pergi jauh. Padahal sudah kumiliki pesawat khusus pelindung dan pengasuh anak. Dia cerdas dan setia. Halilintar namanya. 

“Gun, kamu dengar Ibu?” 

“Guntur dengar kok. Perhatikan peta, ikuti jalur aman, terus berkomunikasi.”

Ibu tampak ragu.

“Jangan khawatir, Bu,” kata Halilintar. “Guntur akan kujaga.” 

Ibu mencium keningku. Lamaaa sekali. Aduh, aku cuma ke Jupiter. Bagaimana kalau ke galaksi lain?

“Tetaplah dalam tata surya. Jangan keluyuran ke galaksi lain.” Ibu seakan membaca pikiranku. “Waspadai makhluk asing! Jangan mendarat di asteroid sepi. Jangan mengikuti komet. Jangan DEKATI Lubang Hitam.”

“Tak ada Lubang Hitam di tata surya,” protesku.

“Pokoknya, pulanglah dalam keadaan normal. Tidak mulur, membatu, berapi, atau menghilang.”

Setelah pesan itu, aku dan Halilintar akhirnya meninggalkan bumi. Wow! Angkasa begini indah dan tenang, kenapa Ibu khawatir? Kumatikan monitor komunikasi. Aku tak perlu dipantau terus oleh Ibu. “Ayo, ke Bintang Putih, Hal!”

......

(Tema: Ibu Tercinta)


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Interviews

Short Stories

Spin-Off

Writing Craft



PELIK: Behid the Scene

PELIK: Behid the Scene

..more..

Making Space for the Marginalized.

Making Space for the Marginalized.

..more..

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

Show and Tell : Culture and Tradition in Children's Books

..more..