Di Sudut Kamarku...

Kena tag rinurbad untuk menceritakan work station di rumah. Setelah itu aku harus menimpuk 7 teman untuk membuat posting sejenis. Jadi siap-siap sajalah, tapi kalau timpukanku meleset alias yang ditimpuk menghindar, no problem at all. 


Aku memilih salah satu sudut kamar tidur untuk bekerja. Pengennya sih punya ruang kerja sendiri, terpisah dari tempat tidur yang selalu mengundang di tengah hari dan memerangkap erat di malam hari. Tapi A Room of My Own masih sekadar tercantum di wish list.

Nah, seperti yang saudara-saudara lihat....
Masih ada PC lama, yang dibuang sayang tapi dipake menjengkelkan. Sebagian besar pekerjaanku masih ada di HD-nya, males bener memindahkan. Sekarang PC itu lebih sering dipake anak-anak main game. Kalau dulu mereka harus sabar menunggu ibunya selesai kerja, sekarang setiap saat bisa main game. Itu awalnya. Lalu karena mengganggu konsentrasi si ibu yang kerja di sebelahnya, larangan kembali diberlakukan. Tidak adil ya, padahal ibu dengan laptopnya bisa pindah kan? Yah, siapa bilang dunia ini adil. Pokoknya mereka boleh main game setelah ibu selesai kerja, dan hanya 2 jam dibagi rata 3 anak.

Lalu ada laptopku di atas lemari kecil yang dijadikan meja. Kalau kerja, aku duduk bersila di atas kursi, apa boleh buat karena mau ditaruh di mana kakiku. Bikin sering kesemutan...
Di sebelahnya ada mug berisi teh panas. Aku bisa menghabiskan setidaknya 10 mug, alasan paling relevan adalah untuk memaksaku sering bangun dan jalan, ke toilet. 

Makanan tidak ada di sana. Aku membiasakan tidak ngemil sambil kerja...hehehehe, karena terbukti lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Di atas kompi-kompi itu ada rak untuk cd, printer, kertas, hp, kacamata, dan segala macam lainnya. Dan di dinding, ada stereofoam untuk menusukkan kertas-kertas catatan. Daily log kerjaan, jadwal bulanan, pengumuman lomba, apa aja deh.

Aku punya masalah dengan kabel di sudut kerja ini. Entah bagaimana, kabel headset HP, kabel charger, kabel internet, kabel komputer seakan punya jiwa yang mencintai keruwetan. Setiap kali digulung rapi, tak lama kemudian mereka meruwetkan diri sendiri dan sering membuatku senewen. Ada tips mengatasinya?

Karena bekerja di rumah, aku sering mendapat kunjungan. Ini contohnya.

"Ibu, lagi kerja ya?" adalah pertanyaan standarnya. "Ade kangen sama ibu," adalah godaan mautnya. 

Dan kalau kakak-kakaknya sudah pulang dari sekolah sorenya, mereka menemaniku kerja. 
Mereka membaca, bercanda, bergaya, dan sering juga berselisih di tempat tidur di belakangku. Menunggu tanda-tanda ibunya akan berhenti bekerja dan jatah main game diberikan. Oh ya, tembok-tembok kamar telah menjadi galeri gambar si bungsu. 

Aku bekerja dari jam 08 hingga 17. Dan kalau terpaksa menambah jam kerja, memilih jam 20-22 atau jam 03-05.

Sekarang giliran:

Harley
 
Tim Im
Eva
Arleen
Uci
Damuh bening
Nadiah Alwi

Kalau mau aja.... 


Fun Stuff

If Not About Books

Inspiration

Short Stories

Spin-Off

Writing for Kids



Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

Kreativitas Ada dalam Diri Kita: Bangunkan!

..more..

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

Memberi Hadiah kepada Guru Anak-Anak Kita, Bolehkah?

..more..

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

Pelajaran Unik dan Indah di Angkot

..more..